Yudi Latif, MA. PhD. Intelektual Muda asal Jampangkulon ?

Senin, 25 Agustus 2014 Sosok   


Cibadak, SS -

Berkemeja lengan panjang kotak-kotak dipadu celana bahan casual, beginilah penampilan sehari-hari Yudi Latif MA. PhD.?Sosok pilihan redaksi kali ini. Mungkin masih banyak warga Sukabumi yang belum mengenal sosok Yudi, sapaan akrab Yudi Latif. Namun di kalangan intelektual dan tokoh politik nasional nama Yudi tak asing lagi dengan segudang prestasinya.

Kita harus berbangga, Yudi, pria asal Sukabumi ini adalah salah satu intelektual muda yang paling berpengaruh di Indonesia saat ini. Bukunya yang berjudul ?Negara Paripurna (Historitas, Rasionalitas dan Aktualitas Pancasila) mendapat apresiasi luar biasa dari publik hingga menerima beberapa penghargaan, mulai antara lain: Intelektual Muda Paling Berpengaruh dari Islamic Fair of Indonesia (2011), Ikon Politik Indonesia dari Majalah Gatra (2011) hingga meraih Megawati Seokarnoputri Award (2012) sebagai penghargaan telah memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan dan pluralisme.

Tamat dari SMP, Yudi meninggalkan Sukabumi untuk meneruskan pendidikannya di Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Tradisi debat dan pidato di Pondok Gontor dan didikan ayahnya sejak kecil untuk membiasakan berwacana menjadi alasan suami dari Linda Natalia ini memutuskan masuk Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung. Pendidikan S2 di Australian National University bidang Sosial Politik dan S3 di Australian National University bidang Sosial Politik dan Komunikasi. Disertasi doktoralnya tentang ?Genealogi Intelegensia Muslim Indonesia? memberikan terobosan baru dalam studi sosiologi dan sejarah intelektualisme Islam hingga memperoleh banyak pujian.

Kini, wajah Yudi sering menghiasi televisi berkaitan dengan profesinya sebagai pengamat politik. Analisi politiknya tajam namun ringan hingga mudah dimengerti bahkan oleh kalangan awam sekalipun. Selain sebagai pengamat politik berbagai profesi telah digeluti bapak dari empat anak (Matahari Kesadaran, Cerlang Gemintang, Bening Aura Qalby, dan Binar Aqlia Semesta) ini, mulai dari dosen, konsultan politik, peneliti, aktivis teater, penulis hingga pimpinan redaksi sejumlah media.



Bagikan Tweeter Google +

Suara Sukabumi on Facebook