Sesep Sahyarudin S.Pd : Jokowi Harus Buktikan Janjinya

Senin, 22 September 2014 Sosok   Syiar   


?
 .

Pabuaran, SS- Berjuang untuk kemajuan daerah Sukabumi Selatan itulah tujuan utama Sesep Sahrayudin (58) menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sukabumi periode 2014-2019. Ketertinggalan Sukabumi Selatan yang hampir disegala bidang dari Sukabumi Utara menjadi keprihatinan utama politisi gaek Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

?Tugas utama saya sebagai wakil rakyat dari Sukabumi Selatan untuk berjuang agar kebijakan pemerintah daerah Kab. Sukabumi berpihak kepada Sukabumi Selatan. Bayangkan untuk memperoleh fasilitas kesehatan yang memadai, masyarakat Sukabumi Selatan harus pergi dulu ke rumah sakit di Bunut atau Cibadak yang jaraknya jauh dari sini. Pendidikan juga jelas terlihat timpang kualitasnya antara Sukabumi Utara dan Selatan,? ujar Sesep Sahrayudin saat redaksi Suara Sukabumi.com berkunjung ke rumahnya yang sederhana dan asri di Desa Bantar Sari, Bojong Haur Kec. Pabuaran, Minggu (21/9/2014).

Sesuai dengan tugasnya di komisi pembangunan, mantan kepala sekolah SD Cilele 01 ini akan fokus mendorong dan mengawal pembangunan infrastruktur khususnya perbaikan jalan di pedesaan yang masih jauh dari kategori baik. Karena jalan yang baik merupakan kunci utama pertumbuhan ekonomi daerah.


Walaupun anggaran Kab. Sukabumi saat ini tidak cukup untuk pembangunan dan perbaikan jalan di desa tetapi politisi yang pernah menjadi pengurus PGRI selama 15 tahun ini optimis kendala itu dapat diatasi.

?Mudah-mudahan dari pemerintah provinsi dan pusat mau memberikan investasi untuk ini. Saya berharap Bapak Presiden Jokowi yang akan dilantik 21 Oktober nanti harus membuktikan janjinya untuk lebih fokus membangun desa bukan kota seperti yang selama ini terjadi. Karena di desa lah mayoritas rakyat miskin berada,? harap bapak empat anak ini.

Hal lain yang akan dilakukan tokoh masyarakat Jampang ini adalah menggali potensi daerah dalam bentuk pembangunan ekonomi yang berbasis pedesaan. Singkong misalnya, sebagai core base atau produk unggulan di wilayah Sukabumi Selatan yang hasilnya disuplai ke berbagai daerah seperti Bogor, Sumedang, Tasikmalaya dan Ciamis.

Persediaan singkong yang luar biasa hingga jutaan ton pertahunnya merupakan potensi ekonomi masyarakat desa yang harus diberdayakan. Untuk itu pensiunan guru ini akan menyisihkan penghasilannya sebagai anggota DPRD guna membuat proyek home industri singkong.


sesep
Bila proyek percontohan home industri singkong ini berhasil, Sesep akan mendorong anggota dewan lain agar mengeluarkan kebijakan khusus untuk program ini. ?Mimpi saya semua keluarga yang punya kebun singkong ke depan akan memiliki mesin giling sendiri untuk mengolah singkongnya. Tentu saja mesin giling ini bisa dalam bentuk hibah atau pinjaman berbunga lunak dari pemerintah daerah. Bila ini terjadi maka taraf hidup masyarakat akan meningkat tajam,? kata anggota dewan yang puluhan tahun berpengalaman mengurus koperasi guru ini.

Soal pemekaran Kab. Sukabumi Selatan, pria kelahiran tahun 1956 ini akan terus berjuang mewujudkannya. ?Pemekaran Kab. Sukabumi Selatan itu adalah solusi komperehensif untuk menjawab kebutuhan rakyat Sukabumi Selatan dengan segudang permasalahan kompleksnya. Permasalahan di Sukabumi Selatan tidak akan serius ditangani selama pemekaran belum terjadi karena pemerintah daerah terlalu banyak mengurus 47 kecamatan dan sentralistik pemerintahan yang ada di ujung wilayah,? ujar sekjend Badan Percepatan Pemekaran Kabupaten Sukabumi Selatan (BP2KS) ini tegas. (beben/mul)


Bagikan Tweeter Google +

Suara Sukabumi on Facebook