Senin, 10 Juli 2017 Kab. Sukabumi   
Warga sedang merobohkan rumah Kades Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Jumat (6/7). Insert foto Jaro Midun


Cisolok, Suara Sukabumi- Jaro Midun kaget setengah mati. Telpon genggamnya tiba-tiba berdering keras saat ia menghadiri pesta resepsi salah satu warganya, Jumat (6/7). Bukan karena deringan keras yang mengagetkan pria yang menjabat Kepala Desa (Kades) Cikahuripan, Kecamatan Cisolok ini. Namun suara sang istri di telpon genggam yang mengabarkan rumahnya sedang didemo dan dirobohkan sekelompok orang.

Tanpa pikir panjang Midun berlari menuju rumahnya. Jantungnya seperti mau copot melihat rumahnya sedang dirobohkan puluhan orang. "Ada apa ini? ada apa? kok rumah saya dirubuhkan," teriaknya. Suasana pun hening sejenak. Sambil tersenyum, Ujang-salah seorang yang ikut merobohkan rumah Midun- menghampiri Midun. "Jangan khawatir Pak Kades. Kami, warga Bapak, sengaja merobohkan rumah Bapak untuk direnovasi," ujar Ujang.


Air mata pun menetes di pipi Midun. Rasa haru dan senang kini menghiasi hatinya. Betapa tidak? Di kala Kades lain atau pejabat publik di demo hingga rumahnya dirobohkan karena korupsi atau tindakan asusila. Midun justru didemo karena kesederhanaannya. Dirubuhkan rumahnya yang kondisinya sangat memprihatinkan. "Terima kasih," kata Midun dengan suara serak seraya menahan rasa harunya.

Menurut Ujang, ide merobohkan rumah Midun timbul di hari kedua lebaran lalu. Saat itu warga bersilaturahim ke kediaman Kadesnya. Hujan deras turun. Warga kaget ternyata rumah Kadesnya bocor di sana-sini. Nyaris di setiap sudut bagian rumah Midun air hujan menetesi lantai. Beberapa warga mencoba membetulkan atap yang bocor. Warga makin kaget. Ternyata beberapa bagian kayu penopang atap sudah lapuk bahkan hampir runtuh. "Kami sedih. Pak Kades yang banyak berjuang untuk mensejahterakan warganya, malah kediamannya sendiri nyaris roboh atau tidak layak huni," tutur Ujang.

Padahal, tambah Ujang, sudah ratusan rumah warga yang tidak layak huni telah direnovasi berkat upaya Midun menggedor bantuan dari pemerintah. Namun justru Ia tidak peduli kondisi rumahnya sendiri. "Karena itu kami sepakat akan merenovasi rumah Pak Kades. Dananya urunan dari warga. Dan pelaksanaannya kami buat kejutan," tuturnya.

Kini, kader PKS yang rumahnya sedang direnovasi ini sementara menumpang di rumah tetangganya. (slm)

Bagikan Tweeter Google +

Suara Sukabumi on Facebook