LSM KOMPAK Pertanyakan Peralihan Lahan Pertanian yang Makin Luas Kepada DKP3

Jumat, 7 April 2017 Kota Sukabumi   


Kota Sukabumi, SuaraSukabumi.com- Lembaga Swadaya Masyarakat Koalisi Masyarakat Pengawal Konstitusi (LSM KOMPAK), Kamis (6/4) mendatangi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Dan Perikanan (DKP3)?Kota Sukabumi untuk menyampaikan kritik dan saran tentang kekhawatiran masyarakat akan peralihan fungsi lahan pertanian yang makin besar tiap tahunnya. Dampaknya, produksi beras di Kota Sukabumi akan hilang.

Ketua DPC LSM KOMPAK Dani Mulya bersama Dance Wakil Ketua dan anggotanya mempertanyakan realisasi UU no 41 Tahun 2009, Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Dan Perda Kota Sukabumi no 11 Tahun 2012 Tentang Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Sukabumi Tahun 2011- 2031. Kedua aturan ini dinilai kurang penerapannya.

Kami dari LSM KOMPAK kurang puas atas jawaban dari pihak DKP3. Kami akan meneruskan ke Walikota untuk melakukan Aksi. Tadi kami mengajukan 5 pertanyaan kepada DKP3. Sayang jawaban mereka tidak memuaskan. Karenanya kami akan melanjutkan demo ke Balai Kota, untuk menyampaikan aspirasi bahwa kinerja DKP3 sangat buruk," beber Dance Wakil Ketua 1?LSM KOMPAK.


Kami meminta pertangungjawaban atas lahan-lahan pertanian yang telah hilang, yang telah bertukar dengan bangunan-bangunan yang telah berdiri. Padahal menurut UU sudah jelas setiap lahan pertanian yang digunakan untuk pembangunan harus dicari lahan gantinya agar keseimbangan pangan dapat terjaga dengan baik," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas DKP3 Kota Sukabumi Kardina Karsoedi mengapresiasi aspirasi LSM KOMPAK terkait lahan pangan berkelanjutan.


Saya mengajak LSM KOMPAK, mari kita bersama-sama untuk mengendalikan lahan ini sesuai dengan tata ruangnya, karna Dinas ini juga terbatas pegawainya," lanjutnya. (rdt)


Bagikan Tweeter Google +

Suara Sukabumi on Facebook