Isis ditolak di Sukabumi

Kamis, 21 Agustus 2014 Kota Sukabumi   


Suarasukabumi.co.
Kampanye menentang pengaruh gerakan Islamic State of Iraq or Syria atau ISIS terus digencarkan di berbagai daerah di Indonesia. Di Sukabumi, Jawa Barat, ratusan pendidik, jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Sukabumi dan sejumlah ormas mendeklarasikan penolakan terhadap gerakan ISIS.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Minggu (10/8/2014), meski menggunakan label Islam, ISIS ditolak karena dituding mengancam kerukunan umat beragama dan keutuhan NKRI.




Demikian pula di Pondok Pesantren Manbaul Alaa Purwodadi, Jawa Tengah. Deklarasi ini dianggap penting agar santri tidak salah memahami ajaran Islam yang cinta kasih dan pondok pesantren juga makin selektif dalam penerimaan santri baru.

Sementara di Maluku, MUI mengeluarkan larangan bagi warga untuk mendukung dan mengikuti gerakan ISIS. Lewat masjid-masjid, MUI akan menjelaskan hal-hal terkait ISIS, sehingga warga memahami gerakan di Irak dan Suriah itu.

Belakangan ada indikasi ISIS mulai masuk ke Ambon. Ditemukan atribut dan lambang ISIS pada malam takbiran lalu. Lambang ISIS juga ditemukan pada beberapa titik di Kota Ambon.

Polisi setempat meminta warga segera melapor jika mendapat informasi atau mengetahui hal-hal mencurigakan terkait dengan keberadaan ISI

Bagikan Tweeter Google +

Suara Sukabumi on Facebook