Harie Vagetoz : Hobi Binaraga Gara-Gara Ngaca

Selasa, 9 September 2014 Pendidikan   


?

Cibadak, SS- Boleh percaya atau tidak. Jika ditanya kepada Keyboardis Vagetoz, Harie Indra Lukissa benda apa yang paling berjasa pada dirinya selain alat musik? Maka dengan lantang personil Vagetoz yang akrab disapa Harie ini akan menjawab ?kaca?. Mengapa Kaca? Gara-gara kaca, Harie merasa tubuhnya lebih fit dan sehat. Gara-gara kaca pula kini musisi yang baru bergabung dengan Vagetoz di tahun 2008 ini pede dengan tubuhnya yang padat dan berotot.

?Sekitar 5 bulan yang lalu, di suatu pagi tiba-tiba saya ingin ngaca. Saya pun berdiri di depan kaca, betapa kagetnya ternyata badan saya sudah melebar dan perut semakin ke depan. Penasaran saya timbang berat badan rupanya telah mencapai 69 kg. Wah bahaya ini, harus olah raga untuk memperbaiki bentuk badan yang sudah tak karuan sekaligus menurunkan berat badan,? kenang pria kelahiran Sukabumi, 23 Agustus 1984.

Perjuangan Harie membentuk dan menurunkan berat badannya bukan pekerjaan mudah. Pertama kali latihan Binaraga, otot-otot di tubuhnya terasa sakit sekali hingga untuk ganti baju pun tidak bisa dilakukannya sendiri. Namun suami dari Riska Mayasari ini tidak kapok, ia ikuti petunjuk personal trainernya agar jangan berhenti latihan walau tubuhnya terasa sakit.

?Memang benar ucapan trainer saya, setelah tiga kali latihan berangsur-angsur rasa sakit itu hilang. Sebaliknya manfaatnya mulai terasa; badan fit, jarang kena flu, lemak mulai menghilang dan perut jadi agak rata. Mudah-mudahan akhir tahun ini, perut saya bisa sixpack,? harap pemusik yang ikut les piano sejak kelas 6 SD.

Apakah Harie ingin beralih profesi menjadi atlit Binaraga? ?Enggak lah. Ini murni untuk kesehatan dan tambah persaudaraan. Profesi tetap sebagai musisi. Sekarang saya juga punya project band baru bernama Onix dibawah bendera Universal Music yang mudah-mudahan tiga bulan lagi single lagunya akan dirilis? jawabnya. (mul)



Bagikan Tweeter Google +

Suara Sukabumi on Facebook