Harga Selangit, Pedagang Ayam di Pasar Cibadak Mogok Jualan

Kamis, 4 September 2014 Bisnis   


 .

Cibadak, SS- Stok ayam potong di Cibadak, Sukabumi, kosong sejak Rabu (3/9). Tempat pedagang ayam potong menjajakan dagangannya di pasar Cibadak yang biasanya sudah ramai sejak pukul 03.00 WIB menjadi sepi karena para pedagang ayam melakukan aksi mogok jualan.

Himpunan pedagang ayam pasar Cibadak terpaksa mogok berdagang atau meliburkan diri karena harga ayam potong dari pemasok melonjak tinggi. Pemasok yang biasanya mematok kepada penjual harga ayam perekor Rp. 23.000 tiba tiba menaikkan harganya hingga Rp. 38.000.

?Bayangkan, naiknya besar sekali. Sebelumnya harga hanya Rp. 23.000 perkilogram jadi naik Rp.38.000, kami harus jual berapa kepada masyarakat. Daripada bingung lebih baik hari ini kami melakukan aksi mogok jualan,? ujar Dadang perwakilan dari para penjual ayam potong di Pasar Cibadak.

Yang paling menderita akibat tiadanya stok ayam potong adalah para pedagang ayam goreng, bubur dan pedagang lain yang bahan baku utamanya adalah ayam. ?Ini bagaimana nasib saya kalau tidak ada pedagang yang menjual ayam potong. Pelanggan saya bisa tidak jadi beli bubur ayam jika ayamnya tidak ada. Kalau begitu dari mana saya dapat penghasilan nanti,? kata Dede yang menggantungkan hidupnya dari berjualan bubur ayam.

Kondisi yang memprihatinkan ini harus segera dicari jalan keluarnya. ?Kami menuntut kepada pihak terkait baik dari pemerintah maupun pemasok agar menurunkan harga yang selangit itu. Masak harga saat ini lebih mahal dari harga ketika lebaran. Saat lebaran saja harga jual ke pembeli hanya Rp. 38.000, sekarang malah dari pemasok sudah Rp. 38.000,? ujar Dadang.

Selama harga belun diturunkan, lanjut Dadang, para pedagang ayam akan terus melakukan aksi mogoknya. ?Sudah ada perwakilan kami yang menghadap ke dinas terkait namun belum ada jawaban. Jika harga tidak juga turun kami akan terus melakukan aksi mogok ini,? tegas Dadang. (Beben)


 

Bagikan Tweeter Google +

Suara Sukabumi on Facebook