Benarkah Homo Penyakit Menular, Ini kata Psikiater

Sabtu, 10 Desember 2016 Kesehatan   


SUKABUMI, SUARASUKABUMI.COM - Salah seorang Korban Emon berinisial J (15) melakukan tindakan pencabulan. Korban J adalah teman-teman sepermainannya usia antara empat hingga sepuluh tahun. Perbuatan cabul terjadi sejak November 2016 silam, lokasinya di wilayah Kelurahan/Kecamatan Citamiang. Lantas benarkah jika korban pencabulan akan melakukan hal serupa jika tidak direhabilitasi dan dapat menular?

Lesbian Gay Bisexual Transgender (LGBT) penyakit menular dan harus di brantas, Menurut seorang psikiater Dr. Fidiansyah?yang justru menyatakan kaum ini termasuk gangguan jiwa. Karena merupakan salah satu bagian dari gangguan jiwa, penyakit ini pun juga bisa menular kepada orang lain.

Dalam sebuah diskusi Indonesian Lawyers?Club?(ILC) di salah satu stasiun televisi?swasta yang bertajuk "LGBT?Marak, Apa Sikap Kita?" Fidiansyah?mengatakan, dalam sebuah buku Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) halaman 228 disebutkan homoseksual dan biseksual termasuk dalam gangguan psikologis dan perilaku yang berhubungan dengan perkembangan dan orientasi seksual.

Membuat label atau dalam ilmu kesehatan disebut dengan diagnosis, lanjut Fidiansyah, bukan berarti diskriminasi. Dia dan para psikiater lainnya menyatakan justru ingin membantu.

Diagnosis menjadi satu kesatuan. Ketika ada pemahaman spiritualitas dan?religiulitas?yang diapakai oleh sebuah komunitas, sebagai acuan yang tadi sudah dipakai. Maka itu menjadi sebuah penentu diagnosis. Dan (kami) melabelkan atau membuat sebuah diagnosis bukan berarti diskriminasi. Kami justru ingin membantu," jelasnya.(HD)



Bagikan Tweeter Google +

Suara Sukabumi on Facebook