?Jangan Sampai Rakyat Dibohongi? Kabinet Kerja Jokowi

Selasa, 28 Oktober 2014 Seleb   


Cibadak, SS- 34 Menteri Kabinet Kerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla resmi dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senen pagi (27/10/2014). Presiden RI, Jokowi, memimpin pembacaan sumpah yang diikuti oleh para menterinya berdasar agama masing-masing.

Seperti diketahui postur Kabinet Kerja Jokowi terdiri dari 14 menteri berasal dari Partai Politik dan 20 menteri dari kalangan Profesional. Sayangnya dari postur Kabinet Kerja ini Ade Dasep Zainal Abidin, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi yang berasal dari Partai Gerindra berpendapat terdapat beberapa nama menteri yang terkesan dipaksakan masuk meski KPK sudah memberi penilaian raport merah dan kuning.

Sebenarnya saya mengapresiasi kabinet kerja ini lewat mekanisme baru yang bagus yakni seleksi menteri melalui rekomendasi KPK dan PPATK. Tapi kalau dilihat dari komposisi menteri yang ada jelas terlihat ada menteri yang sifatnya dipaksakan, yang kalau kata ketua KPK punya raport merah dan kuning. Padahal ketua KPK berkata yang punya raport merah atau kuning jangan dijadikan menteri toh kenyataannya tetap ada yang masuk dalam komposisi kabinet yang dilantik,? ujar Dasep saat ditemui di rumahnya, kawasan Bantarmuncang, semalam.


Saat ditanya siapa saja menteri itu, Dasep menjawab tidak etis bila menyebut nama. Yang pasti dengan komposisi kabinet kerja seperti ini, lanjut politisi yang tiap malam minggu kumpul bersama konstituennya ini, jangan sampai rakyat dibohongi. ?Mekanisme tampak bagus lewat KPK, hingga seolah-olah semua menteri yang dipilih bersih semua. Padahal ada beberapa menteri yang mendapat raport merah dan kuning dari KPK ternyata dipaksakan masuk juga,? tegas mantan pengacara ini.

Karena itu Dasep mengaku kurang optimis Kabinet Kerja ini akan bekerja baik dan optimal seperti mottonya kerja, kerja dan kerja. ?Kalau bicara secara nyata dengan awal pemilihan kabinet seperti ini, bagaimana saya mau optimis. Kita lihat saja nanti kenerjanya seperti apa, minimal dalam 3 bulan dapat dinilai baik atau tidak,? tutur Dasep.


Meski kurang optimis, Ustaz Totong, sapaan akrab Ketua DPD PKS Kab. Sukabumi ini, berharap Kabinet Kerja Jokowi bisa bekerja sesuai harapan rakyat. ?Ya, doakan saja mudah-mudahan bisa kerja sesuai harapan rakyat, karena kepemimpinan mereka sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan kehidupan rakyat Indonesia. Kalau kepemimpinannya baik dan berhasil, rakyat akan mendapat efek yg baik juga kesejahteraan akan tercapai. Sebaliknya kalau kepemimpinannya bobrok, rakyat akan sengsara, Bangsa akan hancur,? tutur mantan aktivis KAMMI ini.

Dasep juga berharap kabinet yang dibentuk Jokowi ini betul-betul kabinet yang pro rakyat. ?Kami yang tergabung dalam partai di Koalisi Merah Putih (KMP) akan mendukung kabinet ini jika bekerja pro rakyat. Bila nanti kenyataannya adalah sebaliknya, maka kami berkewajiban untuk mengkritisinya,? tutupnya. (mul)

Bagikan Tweeter Google +

Suara Sukabumi on Facebook