13 SMP Rusak Akibat Gempa di Kabupaten Sukabumi Siap Diperbaiki

Kamis, 25 Januari 2018
SMPN 2 Ciemas dan SMPN 2 Ciracap ruang kelasnya rubuh akibat gempa.


Cikembang, SUARASUKABUMI.COM-  Gempa bumi yang terjadi Selasa (23/1) lalu mengakibatkan 13 bangunan SMP (Sekolah Menengah Perrtama) di Kabupaten Sukabumi rusak. Dua diantaranya mengalami kerusakan yang cukup parah, yakni SMPN 2 Ciemas dan SMPN 2 Ciracap - satu ruang kelas belajar rubuh.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana  SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Lukmanul Hakim saat ditemui di ruang kerjanya, Cikembang, Rabu (24/1).

“Memang kondisi kedua bangunan tersebut -SMPN 2 Ciemas dan SMPN 2 Ciracap-sudah agak  rapuh. Usianya sekitar 15 tahunan, jadi wajar apabila terkena hentakan gempa bumi langsung ambruk. Sedangkan  bangunan sekolah lainnya hanya rusak sedang dan ringan saja. Mengenai  kegiatan belajar mengajar untuk sementara bisa memakai ruang lainnya, seperti ruang perpustakaan atau ruang laboratorium,” ujar Lukmanul Hakim.


Menurut pria yang akrap disapa Erick ini, Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi langsung bergerak cepat menginventarisir bangunan sekolah yang rusak akibat gempa itu untuk segera diperbaiki.

“Saya dan Kabid SMP Pak Nandang berbagi tugas mengunjungi sekolah-sekolah yang terkena dampak bencana alam gempa. Seperti hari ini, setelah wawancara ini, saya akan berkunjung ke SMPN 1 Warung Kiara dan SMPN PGRI 2 Kalapanunggal. Sedangkan Pak Kabid SMP memantau ke SMPN 2 Curug Kembar dan SMPN 4 Sagaranten,” ungkap Erik.

Bidang SMP Dinas Pendidikan  Kabupaten Sukabumi, lanjut Erick, sudah mengajukan permohonan bantuan ke Kemendikbud  untuk 13 SMP yang terkena bencana alam gempa bumi itu.

Baca Juga :

"Kita sudah ajukan 13 sekolah yang terkena gempa  ke Kemendikbud, Jakarta. Insya Allah mereka akan segera mendapat bantuan dana renovasi tanggap bencana.  Karena dari 13 sekolah tersebut kerusakannyan bervariatif, maka tim dari pusat  akan datang ke Sukabumi sekitar bulan Februari untuk verifikasi langsung  ke masing-masing  sekolah untuk menentukan kisaran anggaran yang di butuhkan. Setelah itu, mungkin sekitar bulan Maret atau April kegiatan pembangunan renovasinya dimulai,” tutur pria berkacamata ini.

“Saya juga berharap  kedepannya jika ada kegiatan pembanguna ruang kelas  baru agar menambah kekuatan bangunan dengan melebihi spek yang standar. Khususnya di sekolah-sekolah yang berada di lokasi rentan gempa. Agar jika gempa datang tidak berpengaruh terhadap bangunan sekolah tersebut,” sambung Erik. (Cep)


Bagikan Tweeter Google +

Suara Sukabumi on Facebook